Tokoh/Profil
03 Desember 2010
Ratna Ibrahim, Kesetiaan Sang Pendengar
 
Ratna Indraswari mengaku dunia sastra telah memberinya daya hidup.
Sastrawan Ratna Indraswari Ibrahim mampu melahirkan karya sastra secara produktif, walaupun kemampuan fisiknya nyaris tidak berfungsi.

Sejak usia 10 tahun mengalami kelumpuhan akibat rachitis, kesetiaan berkarya Ratna di dunia sastra ditandai dengan lebih dari 400 karya cerpen dan novel yang dihasilkannya sejak usia remaja hingga sekarang.

"Saya setia menggeluti dunia sastra, itulah kuncinya," ungkap Ratna Indraswari, 61 tahun, saat ditemui BBC Indonesia di kediamannya di Kota Malang, Jawa Timur, tentang kemampuannya yang produktif dalam menghasilkan karya sastra berupa cerita pendek (cerpen).

Selain melahirkan belasan buku kumpulan cerpen, karya-karya perempuan kelahiran Kota Malang, 24 April 1949 ini beberapakali terpilih masuk dalam kumpulan cerita pendek harian Kompas.

Dua novelnya yang berjudul Bukan Pinang Dibelah Dua (2003) dan Lemah Tanjung (2003) juga ikut menyemarakkan perjalanan sastra Indonesia moderen. Pencapaian itu, tambah Ratna, juga tidak terlepas dari peran orang tuanya yang sejak awal tidak mengistimewakan dirinya karena kelumpuhannya itu.

"Anda tahu saya cacat kan, tetapi (sejak kecil) saya tidak dididik untuk cengeng," kata Ratna, dengan kalimat yang datar.

Anda tahu saya cacat kan, tetapi (sejak kecil) saya tidak dididik untuk cengeng
Ratna Indraswari Ibrahim Sambil duduk di kursi rodanya, Ratna kemudian menerawang jauh, menceritakan pengalamannya di masa kecil. Dia menyebut sosok ibunya, yang disebutnya mampu membentuk karakternya seperti sekarang.

"Ibu saya keras sekali (sifatnya). Kalau saya tidak datang di meja makan (untuk sarapan) pada pukul 7 pagi, dia akan memukul saya, seperti dia memukul saudara-saudara saya," ungkapnya, dalam wawancara di ruang tamu rumahnya yang sejuk.

Sejak usia 10 tahun, kemampuan fisik Ratna secara perlahan-lahan nyaris tidak berfungsi. Tangan dan kakinya mengecil dan menjadi lumpuh. Walaupun masih pro dan kontra, dokter saat itu mendiagnosa apa dialami Ratna sebagai rachitis yang menyerang persendiannya. Mulai saat itulah dia duduk di atas kursi roda hingga sekarang.(bbc)
 
Share |
 
Dibaca 484 kali
 
KOMENTAR BERITA
     
Nama :
Email :
komentar :
Kode Verifikas :
   
   

 

 
 
 
 
                                                                                                         Mencoblos, Wakil Walikota Antri     Jelang Pencoblosan, Mobil Caleg Demokrat di Konut Terbakar     Kena Hujan, Ratusan Surat Suara di Konawe Rusak     Penukaran Uang di BI Sultra Capai Rp 1,3 Miliar Perhari     Curi Kabel Telkom, Tiga Pemulung Ditangkap      Alamat Redaksi, JL Yos Soedarso, Kota Baubau Sultra. Lantai II Umna Wolio Plaza. BERLANGGANAN/IKLAN .::. Tlp. 0402-282115 - HP - 0815 2480 5731 Kirim SMS (BERLANGGANAN (SPASI) NAMA (SPASI) ALAMAT JELAS.