Hukum & Peristiwa
26 Agustus 2013
Polsek Wangi-wangi Amankan Pelaku Penikaman
 
Peliput: Duriani. WAKATOBI, BP – Polsek Wangi-Wangi Selatan (Wangsel) saat ini sedang mengamankan pelaku penikaman saat berlangsungnya acara malam (joget, red) di Desa Kapota Wangi-Wangi Selatan, Rabu (21/8) sekitar pukul 22.00 Wita lalu. Demikian diungkapkan Kapolres Wakatobi, AKBP Hotlan Damanik SH MH melalui Kapolsek Wangi-Wangi Selatan, Iptu Nurdin, saat ditemui di kantornya, Jumat (23/8).

Setelah beberapa saat mendapat laporan dari warga kata Iptu Nurdin, Personil Polsek Wangsel langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Namun personil Polsek Wangsel setelah tiba di TKP, tidak mendapatkan lagi pelaku karena pelaku yang diketahui bernama Boy Sandiruddin (17) warga Desa Kabita Wangsel, dengan ditemani keluarganya sudah terlebih dahulu menuju Polsek Wangsel untuk
menyerahkan diri.

“Beberapa saat setelah kejadian, kita sudah menuju TKP. Namun saat personil Polsek Wangsel tiba di pulau Kapota dengan menggunakan katinting (mesin tempel, red), tersagka yang ditemani keluarganya sudah menuju Polsek Wangsel untuk menyerahkan diri. Jadi anggota tidak lagi menemukan pelaku di TKP,” terang pria dengan dua balak di pundaknya tersebut.

Dikatakannya, korban penikaman yang diketahui bernama Sabaruddin (17) itu, merupakan warga Desa Kapota. Akibat penikaman tersebut, korban mengalami luka tusukan dibagian rusuk sebelah kiri sebanyak dua tusukan. Dan selang beberapa saat setelah kejadian, korban dilarikan ke RSUD Wakatobi untuk mendapatkan pertolongan.

“Beberapa saat setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke RSUD Wakatobi. Namun entah karena luka tusukan itu terlalu parah atau pertimbangan lain, korban dirujuk ke RSUD Buton di Pasar Wajo. Dan menurut informasi, korban sudah melalui masa kritis setelah dilakukan operasi,” katanya.

Iptu Nurdin menjelaskan, kronologis penikaman itu belum diketahui pasti apa penyebabnya karena saat ini pihaknya baru melakukan pemeriksaa terhadap tersangka. Untuk saksi korban harus menunggu sampai pulih, dan pihaknya juga saat ini sementara memanggil saksi mata saat terjadinya penikaman untuk dilakukan pemeriksaan.

“Kalau menurut keterangan tersangka, dia (tersangka, red) sementara nonton acara joget, tiba-tiba korban itu datang memukuli tersangka dan tersangka langsung terkapar di tanah. Saat tersangka bangun, korban berusaha untuk lari. Dan disaat korban lari itu langsung terjatuh. Begitu korban didapati terjatuh saat hendak lari setelah melakukan pemukulan, dengan spontan kebetulan di tempat terjatuhnya korban itu ada benda tajam maka langsung digunakan tersangka untuk menikam korban. Namun polisi juga belum mendapatkan alat bukti berupa benda tajam yang dipakai tersangka untuk menikam korban,” urai Nurdin.

Ditambahkannya, karena polisi baru melakukan pemeriksaan terhadap tersangka maka dengan hasil pemeriksaan itu, tersangka melanggar KUHP pasal 351 ayat 2 yakni penganiyaan yang menyebabkan seseorang luka berat dengan ancaman lima tahun penjara. Meskipun saksi korban dan saksi saat kejadian belum dilakukan pemeriksaan, namun dengan hasil pemeriksaan terhadap tersangka tersebut, maka tersangka terjerat pasal 351 ayat 2 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara.

"Jika hasil pemeriksaan saksi korban dan saksi saat kejadian ada perbedaan yang memberatkan tersangka, maka bisa jadi tersangka dikenai pasal 351 ayat 3 dengan ancaman tujuh tahun penjara,” tukas Iptu Nurdin. (***)
 
Share |
 
Dibaca 94 kali
 
KOMENTAR BERITA
     
Nama :
Email :
komentar :
Kode Verifikas :
   
   

 

 
 
 
 
                                                                                                         SMKN 1 Kaledupa Butuh Guru Perhotelan     Tahun 2014, PDAM Wakatobi Tingkatkan Pelayanan dan Debit Air     Kamil Ady Karim Unggul di Tarafu dan Wameo     PBB Optimis Dapat Satu Fraksi     PAN Buton Prediksi Capai Dua Kursi Setiap Dapil      Alamat Redaksi, JL Yos Soedarso, Kota Baubau Sultra. Lantai II Umna Wolio Plaza. BERLANGGANAN/IKLAN .::. Tlp. 0402-282115 - HP - 0815 2480 5731 Kirim SMS (BERLANGGANAN (SPASI) NAMA (SPASI) ALAMAT JELAS.